Suryakanti Bandung

Posted in home

yayasan 2

Yayasan Suryakanti Bandung adalah yayasan sosial non-profit yang bergerak di bidang Pengembangan Potensi Anak. Kami berdiri sejak 5 Juni 1984, berdirinya Yayasan Suryakanti Bandung adalah bentuk tindak lanjut dari kunjungan Prof. DR. H. C. Theodore Hellbruegge dari Jerman yang memperkenalkan konsep deteksi dini dan intervensi dini. Atas saran pimpinan lembaga Goethe Bandung dan Prof. DR. H. C. Theodore Hellbruegge, Ibu Prof. (Em). DR. Anna Alisjahbanna, dr. Sp.A (K).

mengajak beberapa rekan yaitu : Ibu Tien Sumali, Ibu Rasfiati Iskarno, Ibu Eike Moedomo, dr. Bulantresna Jelantik, dr. Sri Indayanti dan dr. Ahmad Toha Muslim untuk mendirikan suatu Yayasan yang khusus menangani bayi dan anak beresiko tinggi untuk cacat melalui upaya deteksi dan intervensi dini, konsep baru yang berkaitan dengan pola perkembangan otak yang diketahui paling pesat adalah pada anak usia dini. Sejak awal dan setelah berdiskusi dengan

Prof. DR. H. C. Theodore Hellbruegge kami yakin bahwa setiap anak ada potensi untuk berkembang. Oleh karena itu yayasan yang baru lahir kami beri nama "SURYA KANTI" dari bahasa sansekerta yang artinya "dalam kegelapan masih ada seberkas cahaya harapan". Pelayanan dan kegiatan yang kemudian direncanakan juga berkaitan dengan keyakinan tadi dan dinamakan Pusat Pengembangan Potensi Anak (PUSPPA).

Kerjasama dengan Kindercentrum Muenchen dimulai dengan mengirimkan 5 tenaga ahli yang dikirim ke jerman. Sekembali dari Jerman pada tahun 1986, YSK mulai mengembangkan klinik tumbuh kembang di Jl. Sulanjana no. 11a tanpa dana, hanya disertai optimisme dan keyakinan bahwa mendirikan klinik merupakan keputusan yang diinginkan oleh banyak orangtua. Klinik pertama dikelola oleh 2 dokter anak, satu dokter rehabilitasi dan seorang fisioterapis. Fokus pelayanan adalah mendeteksi anak usia dini dengangangguan perkembangan. Kegiatan Yayasan adalah men-sosialisasikan konsep deteksi dan intervensi dini melalui seminar yang ditujukan kepada orang tua dan tenaga pengajar TK dan Kelompok Bermain. Sosialisasi ini sangat membantu karena hanya dalam waktu 6 bulan, klinik perkembangan di Jl. Sulanjana no. 11a tersebut sudah kebanjiran pasien terutama ibu-ibu yang ingin diperiksa pola perkembangan anaknya.