Unit Pendukung

Semua unit pendukung mempunyai Koordinator sendiri dan mempunyai wewenang mencari dana untuk mendukung Kegiatan Pelayanan Utama Suryakanti.

1.

Program Orang Tua Asuh
(Foster Parent)

Unit ini didirikan bersama dengan didirikannya Klinik PUSPPA untuk mengantisipasi anak-anak yang memerlukan bantuan dana karena kurang mampu. Semula jumlah donatur cukup untuk mengisi kekurangan biaya perawatan di klinik, tetapi sangat berkurang dengan keadaan krisis ekonomi. Suryakanti sangat bersyukur bahwa Perkumpulan Wanita Jerman "Die Bruecke" sejak lebih dari 10 tahun memberikan bantuan rutin setiap bulan.

Suryakanti membuka uluran tangan dalam bentuk donasi dalam program Foster Parent untuk anak-anak dari keluarga yang kurang mampu

Bank BCA Cabang Burangrang
No Rek: 438 185 2 185
a.n: Anna Alisjahbana / Tien Zubair Dangkua

-

Bank BNI Cabang Perguruan Tinggi Bandung
No Rek: 084 2222 506
a.n: Yayasan Surya Kanti

2.

Pengadaan Buku dan Alat Permainan Edukatif

Unit pendukung ini didirikan untuk memberikan informasi kepada orang tua serta mereka yang terkai untuk lebih memahami cara deteksi dini serta perawatannya, cara menggunakan alat bantu dan alat permainan edukatif (APE). Unit pengadaan Buku PUSPPA Suryakanti Bandung sebelumnya dikaitkan dengan Klinik PUSPPA Suryakanti.

Pada tahun 2002 sejalan dengan perubahan struktur organisasi, sekarang Unit Buku mempunyai koordinator sendiri. Dengan berbagai keterbatasan, unit ini berhasil mandiri dalam administrasi dan keuangannya. Dalam tahun-tahun terakhir, unit ini merupakan kontributor penting dalam membantu keuangan Unit Pelayanan Utama.

3.

Kerjasama Persatuan Orang tua Murid (POM) dan Yayasan

Kerjasama dengan perkumpulan orangtua murid (POM) merupakan suatu persyaratan penting, terutama karena sasaran adalah anak usia dini yang untuk sebagian besar masih dibawah pengasuhan orangtua. Salah satu tujuan kerjasama ini adalah mempererat kemitraan dengan orangtua dalam menangani anak dengan gangguan perkembangan karena waktu luang anak lebih banyak dengan orangtuanya dirumah.

Hal ini terlaksana dalam 5 tahun terakhir dan telah menarik perhatian NGO dari Belanda dengan memberikan dana untuk pembelian sebuah bus untuk antar jemput anak-anak sekolah luar biasa. Orang tua juga memberikan kontribusi yang cukup besar untuk perbaikan gedung sekolah.

4.

Pemeliharaan Aset Yayasan

Kebutuhan mempunyai gedung sendiri baru terlaksana pada tahun 2000, melalui bantuan dari Kondermissionwerk Aachen (Jerman) dan Uni Eropa sejumlah ± DM 1.500.000 atau saat itu 1.000.000,- USD disumbangkan untuk pembangunan gedung.

Sedangkan lahannya mendapat bantuan dari Belanda yaitu, Mr. Fokker dan dari yayasan Wilde Ganzen juga di Belanda dan seorang penyumbang dari Indonesia. Sehingga pada tahun 2000 YSK secara resmi membuka gedung baru seluas ± 4.000 m2 di atasa lahan seluas 9.000 m2.

Ada hal menarik yang di syaratkan pemberi donor, yaitu gedung harus didirikan di lokasi dekat dengan orang yang paling membutuhkannya yaitu di daerah miskin.

id_IDIndonesian
en_USEnglish id_IDIndonesian